Menulis untuk mempersiapkan meninggalkan

Rabu, 05 April 2023

Dunia tidak pernah sama lagi semenjak meninggalnya Bomby. Entah kenapa aku mulai melihat kematian bukan lagi dengan kacamata yang sama dengan sebelum Bomby berpulang. Sejak hari itu dan hingga hari ini, keyakinan itu terus bertambah bahwa kematian mencukupkan ibadah kita di dunia, kematian adalah kelulusan dari dunia ini, adalah bahwa Allah SWT merasa kita sudah cukup dan atau Allah SWT merasa lebih sayang sama kita. Begitupun hari ini, seorang Abang Ikastara, Bang Deddi meninggal dunia, di usia 45 Tahun, putri pertamanya berusia 19 Tahun. Yang terjadi pagi ini kemudian adalah di beberapa grup whatsapp banyak yang menyebarkan tulisan Bang Deddi yang berjudul Rahasia Sakit. Merupakan suatu pemikiran Bang Deddi tentang mengadapi sakit. Namun kemudian ada dua hal yang aku pikirkan selama ini dan terkonfirmasi. 

Yang pertama adalah beberapa tahun terakhir ini, aku sering memikirkan kematian, yaiyalah ya, karena pada saatnya kita akan meninggalkan dunia ini dan kita ga pernah tahu kapan waktunya, ada yang umurnya sampai 85 tahun sekarang, ada yang 99 tahun, namun ada yang 21 tahun pun sudah dipanggil. Namun kemudian yang aku pikirkan adalah ketika nanti aku udah ga ada di dunia ini, wah aku sudah meninggalkan apa ya. Ya walaupun mungkin masalah meninggalkan ini entahlah ya dasarnya apa di Ilmu Agama kan kita diminta hidup ini beribadah untuk mempersiapkan kehidupan selanjutnya. Tapi tetep aja, dari kacamata manusia, rasanya masih pengen punya hal-hal yang ditinggalkan, bisa jadi tulisan ya kan, cuma kan aku belom regular menulis, jadi aduh rasanya semoga nanti dulu ya. Karena belom banyak yang bisa ditinggalin. Dan bener kan, ketika hari ini ada orang yang meninggal, tulisan beliau lah yang kemudian dijadikan media pengingat. Wah! 

Yang kedua adalah ternyata is okay loh Dania untuk menuliskan apa yang ada di dalam pikiranmu. Kamu berpikir a b c d e, ditulis aja, sebagai sesuatu yang personal seperti pengalaman. Why? Ya mungkin karena aku lagi sekolah ya, eh tapi enggak ding, aku emang orangnya begini, jadi karena terbiasa selalu belajar dan belajar, sehingga aku selalu merasa aku banyak nggak taunya, dan merasa takut kalo belum belajar sebanyak-banyaknya, maka bisa jadi pemikiranku ini salah. What if kemudian aku menyesatkan pembaca. Begitu. Sebenernya pemikiran ini sah-sah aja, karena kayak biasa aku nonton di pengajian, betapa teman yang menyesatkan, dan penceramah yang menyesatkan itu beda bobotnya. Tapi begitulah aku menseriusi tentang penyesatan ini. Itulah kenapa banyak diemnya. Karena kita nggak pernah tau. Kita ga pernah tau apa yang kita sampaikan ke orang lain, kita perlihatkan ke orang lain, itu akan memberikan dampak apa ke orang lain. 

Baiklah semoga peristiwa hari ini, membuatku semakin rajin menuliskan apa-apa yang menjadi pemikiranku. Sehingga ketika nanti waktunya tiba aku meninggalkan dunia ini, aku sudah tenang, karena banyak yang Alienora bisa baca, banyak yang anak-cucu nya Alienora bisa baca. Ada yang mereka bisa kenal dari aku. Sehingga mari, harus rajin menulis ya Dania. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar