Berkomitmen Dengan "Cuma"

Senin, 23 April 2012


Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi pada kita nanti dan besok, yang bisa kita lakukan tentu saja, Cuma merencanakannya. Ya! Cuma! Merencanakan dengan baik, dengan bermimpi, dengan usaha, dengan segala hal yang CUMA… tapi sarat makna dan sulit sekali membuat komitmen pada hal-hal remeh bernama Cuma.

Contohnya menabung, Cuma 100rb sebulan, tapi bisakah kita benar-benar berkomitmen dengan menghargai usaha kecil itu untuk mengantar 100rb menjadi puluhan atau ratusan juta di masa ketika kita ingin memberikan kehidupan yang lebih baik untuk anak cucu kita nanti.

Olahraga setiap hari, cuma 1000 langkah setiap hari, tapi apakah kita berkomiten untuk melakukannya terus, sampai kita tidak perlu mengetahui bahwa bisa jadi tulang kita lebih cepat rapuh. 

Atau Cuma minum air putih sehari, yang kita tak akan pernah sadari sampai kita mengetahuinya saat “dehidrasi” menjadi penyakit yang disebutkan oleh dokter saat kita berobat.

Itu Cuma lho teman-teman! Mari belajar, bahwa dengan berkomitmen pada Cuma, kita telah merencanakan masa depan kita dengan baik.

If you don’t, who will?


love,
dania

1 komentar:

  1. ya karena cuma hidup yg membuat cuma selalu ada...
    :P

    BalasHapus